Pengunjung
Kami memiliki 387 Tamu online
KUR Fokus Sektor Pertanian Dan Kelautan
Plafon Naik, Tak Perlu SID
JAKARTA -- Kabar gembira untuk pelaku usaha mikro di sektor pertanian dan kelautan yang selama sulit mengakses pendanaan. Pasalnya, mulai saat ini, pemerintah akan fokus untuk menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) ke sektor-sektor tersebut.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, mulai saat ini, pemerintah memang akan fokus mendorong penyaluran KUR ke sektor-sektor produktif. "Prioritasnya di pertanian, kelautan, juga industri dan koperasi," ujarnya di Kantor Menko Perekonomian, Kamis, 26 Agustus.Menurut Hatta, selama ini KUR lebih banyak terserap di sektor perdagangan yang merupakan bagian hilir dari struktur perekonomian. Karena di bagian hilir, maka penyerapan tenaga kerja maupun multiplier effect dari KUR menjadi kurang optimal. "Karena itu, kita akan dorong sektor produktif, terutama di hulu seperti pertanian dan kelautan," katanya.
Menteri Koperasi dan UKM Syarifudin Hasan menambahkan, penyaluran KUR ke sektor perdagangan akan mulai dialihkan ke sektor yang lebih produktif dan menghasilkan multiplier effect. "Jangan hanya sektor perdagangan, tapi pertanian, perikanan, kita lebih konsentrasi ke situ," ucapnya.
Untuk mendorong penyaluran KUR ke sektor produktif, lanjut Syarifudin, pemerintah sudah menaikkan plafon KUR tanpa agunan dari Rp 5 juta menjadi Rp 20 juta untuk sektor hulu yang terdiri dari pertanian, perikanan, dan industri. "Semua bank sudah setuju dan kemudian tidak perlu lagi SID (Sistem Informasi Debitur)," katanya.
Selama ini, salah satu faktor penyebab seretnya penyaluran KUR adalah adanya ketentuan bagi perbankan untuk menggunakan SID dari Bank Indonesia (BI). SID adalah instrumen yang digunakan oleh lembaga keuangan bank maupun nonbank untuk mengecek terlebih dahulu track record calon debitur sebelum mendapatkan kredit.
Adapun kebijakan menaikkan plafon KUR dari Rp 5 juta menjadi Rp 20 juta, kata Syarifudin, dimaksudkan agar pelaku usaha mikro lebih leluasa meningkatkan aktivitas ekonominya. "Dengan kenaikan jumlah plafon, pengusaha mikro tentu akan lebih gampang menaikkan skala ekonominya," terangnya.
Melalui penyesuaian kebijakan-kebijakan tersebut, Syarifudin yakin penyaluran KUR tahun ini bisa mencapai target kisaran Rp 13,5 triliun hingga Rp 18 triliun. "Untuk 2011, target penyaluran KUR tetap Rp 20 triliun, dikurangi Rp 2 triliun untuk penjaminan," terangnya. Sepanjang semester I-2010, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp 5,1 triliun. (jpnn)
Sumber : news.fajar.co.id



