Penyaluran KUR Terkendala Agunan

Pemerintah mengalokasikan dana sangat besar untuk progam Kredit Usaha Rakyat (KUR), sayangnya serapannya masih rendah. Seperti di Kalteng, dana KUR yang terserap selama 2009 hanya sekitar 2,16 persen.
   
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Kalteng, Jaya Saputra Silam menyebutkan, alokasi KUR 2009 di Kalteng sebesar Rp 371.502.000.000 namun hanya terserap Rp 8.024.443.200 atau sekitar 2,16 persen. Target debiturnya sebanyak 24.077 namun terealisasi hanya 264 debitur.
    
Jaya mengakui realisasi KUR tahun lalu sangat rendah. Dari laporan di lapangan, kendala yang dihadapi adalah sulitnya mencairkan kredit karena harus ada agunan yang disyaratkan oleh perbankan.
    
"Yang Rp 5 juta saja harus ada agunan oleh perbankan, makanya masyarakat banyak yang terkendala. Masyarakat kita di perdesaan umumnya banyak yang tidak memiliki sertifikat tanah sehingga mereka kesulitan mendapatkan kredit itu," katanya.
    
Dia berharap, perbankan bisa mempermudah persyaratan pencairan kredit sehingga tidak membebani warga. Khususnya untuk kredit yang nilainya kecil, diusulkan tidak perlu agunan sertifikat, tetapi cukup surat keterangan usaha dari kelurahan. "Perhatian pemerintah sudah sangat besar tapi kendalanya seperti ini. Bank Pembangunan Kalteng termasuk dari 13 bank daerah yang dipercaya ikut menyalurkan KUR nanti," katanya.
    
Jaya menambahkan, pemerintah daerah juga melakukan upaya penguatan permodalan bagi pelaku usaha kecil. Tiap kabupaten/kota diimbau menginvestasikan dana Rp 500 juta sebanyak lima kali setoran untuk pembinaan usaha kecil.

sumber : www.banjarmasinpost.co.id (norjani aseran)
 
..:: KEMBALI ::..
Lintas Deputi
Pendapat Anda
Menurut anda bagaimana tampilan website sentrakukm.com saat ini.