BPD Papua optimistis lampaui target KUR
Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua optimistis mampu melampaui target penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga Rp50 miliar pada periode 2010 untuk mendukung target penyaluran 13 BPD sebesar Rp3,5 triliun pada tahun ini.
Eddy R. Sinulingga, Direktur Utama BPD Papua, menjelaskan jumlah tersebut sangat berpotensi habis terserap karena pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) di kawasan Papua saat ini tengah berkembang sehingga nilai maksimal yang bisa disalurkan RpSO miliar.
"Target awal penyaluran kami sebenarnya hanya Rp3S miliar, akan tetapi karena potensi calon debitur terus bertumbuh di Papua, kami yakin bisa menyalurkan hingga Rp50 miliar," ujar Eddy Sinulingga, kemarin. Optimisme tersebut didorong relaksasi atau perubahan regulasi yang ditetapkan pemerintah dalam operasional perbankan sehingga mempermudah calon debitur mengakses kredit, terutama KUR yang dicanangkan tersedot sebesar Rp20 triliun per tahun.
Setelah perubahan regulasi dilakukan, debitur tetap diperkenankan mengakses dana KUR. Kebijakan semacam ini jelas dan akan mendatangkan calon debitur baru. Loon deposite to ratio (LDR) di Papua memang diakui Sinulingga masih kecil. Nilainya hanya sekitar 40% dari seluruh perbankan yang beroperasi di Papua. Karena itu fungsi intermediasi masih sangat diperlukan di kawasan paling timur Indbnesia itu bagi debitur.
Sebab, di kawasan itu juga masih langka bisnis penjaminan, termasuk lembaga penjamin kredit daerah (LPKD).
Akibatnya, dukungan yang dibutuhkan caJon debitur untuk mengakses kredit ke perbankan sulit berkembang.
Karena itu, salah satu kendala penyaluran kredit selama ini karena risikonya cukup tinggi karena infrastruktur jalan, komunikasi dan faktor-faktor fisik lainnya yang belum menunjang. Sebagian besar kredit modal di Papua kategori masih di bawah Rp500 juta, atau mikro dan kecil.
sumber : Bisnis Indonesia (bataviase.co.id)











