3 KSP Ingin Dilibatkan Dalam Program KUR
JAKARTA (bisnis.com): Tiga koperasi simpan pinjam (KSP) Indonesia menawarkan diri dilibatkan dalam program perluasan dan jangkauan kredit usaha rakyat (KUR) yang diperuntukkan bagi permodalan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
"Kami sudah selayaknya dilibatkan sejak program KUR dluncurkan pemerintah. Sebab, spesialisasi kami ketika resmi berdiri, untuk melayani usaha mikro. Kesertaan ini sudah kami wacanakan sejak awal," ujar Ketua IV KSP Kospin Jasa Pekalongan, Andi Arselan, hari ini.Meski penyaluran tidak akan sebesar yang dijalankan perbankan, akan tetapi Andi menilai pemerintah sudah saatnya melibatkan koperasi dalam pemberdayaan UMKM, khususnya untuk melayani usaha mikro dengan plafon kredit maksimal Rp5 juta.
Dengan kredit maksimal Rp5 juta, tidak ada alasan untuk tidak melibatkan KSP-KSP yang sudah mapan sekelas Kospin Jasa. KSP ini telah memiliki 80 unit layanan di seluruh Indonesia, mulai dari Sumatera, Pulau Jawa, dan Bali.
Selain KSP Kospin Jasa, KSP Nasari yang bermarkas di Semarang, Jawa Tengah maupun KSP Kodanua di Jakata, sama-sama telah menawarkan diri dilibatkasn dalam perluasan penyaluran KUR. Ketiga KSP ini dilibatkan sesuai dengan kapasitasnya, yakni melalui linkage program.
"Kami memang sudah menawarkan diri, namun masih akan mempelajari lebih jauh tentang rencana itu. Terutama mengenai sumber pendanaannya, apakah milik kami sendiri atau diambil dari dana KUR yang telah dialokasikan Rp20 triliun per tahun," kata Ketua KSP Nasari Sahala Panggabean.
Sebelumnya Ketua KSP Kodanua, Soepriono mengatakan pihaknya juga siap menjadi penyalur KUR dengan menggunakan pola chanelling. Hal ini disebabkan koperasinya mempunyai kemampuan finansial terbatas.
Kodanua bahkan telah menyampaikan proposal dan laporan keuangan untuk dinilai pemerintah terhadap kelayakan dan kesehatan calon mitra pemerintah menyalurkan KUR.
"Akan tetapi, kami meminta agar pemerintah memberi kesempatan dengan pola chanelling. Artinya, sumber pembiayaannya dari perbankan, bukan dari kami," ujar Soepriyono. (tw)
Sumber : www.bisnis.com












