Pemerintah Mantapkan Target Penyaluran KUR Rp 20 Triliun Tahun Ini
Komitmen pemerintah menjalankan program kredit usaha rakyat (KUR) semakin tinggi. Tahun ini pemerintah menargetkan penyaluran KUR oleh 6 bank dan 13 bank pembangunan daerah (BPD) mencapai Rp 20 triliun. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, di 2010 pemerintah telah menyiapkan dana penjaminan Rp 2 triliun. Dana penjaminan itu akan diberikan ke PT Asuransi Kredit Indonesia dan Perum Jaminan Kredit Indonesia sebagai perusahaan penjamin KUR. "Dengan gearing ratio 10 kali dari dana penjaminan, dana yang bisa disalurkan Rp 20 triliun," katanya, kemarin (12/1).
Menurut Hatta, bank penyalur KUR memiliki target masing-masing. Contohnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) tahun ini menargetkan penyaluran kredit mikro KUR atau kredit yang berplafon di bawah Rp 5 juta mencapai Rp 8,09 triliun. Sedangkan untuk kredit ritel KUR, BRI menargetkan kredit yang tersalur sebesar Rp 3,67 triliun.
Sementara Bank Mandiri menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp 1,25 triliun. Lalu, Bank BNI menargetkan Rp 1 triliun. Adapun Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Syariah Mandiri, dan Bank Bukopin masing-masing menargetkan penyaluran sebesar Rp 316 miliar, Rp 115 miliar dan Rp 350 miliar.
Tahun ini ada 13 BPD yang menjadi bank pelaksana baru program KUR. Hatta bilang, BPD-BPD itu menyalurkan KUR hingga Rp 3,5 triliun. Sisanya akan disalurkan oleh bank lain. "Semua dana KUR yang dikucurkan berasal dari perbankan," katanya.
Hatta menambahkan, hingga November 2009, penyaluran KUR telah mencapai Rp 16,5 triliun. Adapun komposisi pengucuran KUR, sebesar 64% mengalir ke sektor perdagangan, dan 20% pertanian. Lalu ke sektor industri pengolahan 5%, jasa dunia usaha 5%, dan jasa lain sebanyak 7%.
Hingga akhir November 2009, sebanyak 2,3 juta orang telah mendapatkan kredit dari program KUR dengan rata-rata pinjaman sebesar Rp 7,5 juta. "Selain itu, sudah ada 100.000 debitur KUR yang bermigrasi ke kredit komersial perbankan," imbuh Hatta.
sumber : Herry Prasetyo (



