Informasi Seputar Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Regulasi program KUR akan diperbaikiJAKARTA: Pemerintah dipastikan segera memperbaiki beberapa regulasi program kredit usaha rakyat untuk mempermudah proses pengajuan pembiayaan terhadap pelaku usaha mikro yang selama ini masih terkendala dengan agunan tambahan.
Choirul Djamhari, Deputi Bidang Restrukturisiasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan perubahan regulasi itu dilakukan untuk makin memperluas jangkauan penyaluran dana yang dilaksanakan dengan pola penjaminan pemerintah. “Perubahan itu dilakukan juga atas keluhan yang terus bergulir, karena perbankan ternyata masih mencantumkan kewajiban agunan tambahan bagi calon debitor dari skala usaha mikro,” ujar Choirul Djamhari kepada Bisnis, Minggu, 30 Oktober. Selanjutnya...
Pemerintah Arahkan KUR ke Sektor HuluPemerintah terus mengarahkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor-sektor produktif di hulu, seperti sektor pertanian, perikanan dan industri merupakan tulang punggung perekonomian nasional, yang selama ini masih menerima alokasi kredit relatif kecil.
Hal itu diungkapkan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syariefuddin Hasan usai membuka "Temu Usahawan dan Seminar Nasional Pemberdayaan Wirausahawan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah melalui Kredit Usaha Rakyat" di Ternate, Maluku Utara, Sabtu sore. Hadir dalam acara tersebut Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ardhayadi Mitroatmodjo, Gubernur Maluku Utara Thaib Armain, Wali Kota Ternate H Burhan Abdurahman, para pimpinan Kantor BI Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua) dan Balnustra (Bali Nusa Tenggara) serta para pimpinan perbankan di Maluku Utara. KUR 2011 Ditargetkan Terserap 5TProvinsi Jawa Barat optimistis serapan kredit usaha rakyat (KUR) pada 2011 ini bisa menembus Rp5 triliun,menyusul meningkatnya ekonomi makro seperti berkembangnya program link agemelalui koperasi.
Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jabar Wawan Hernawan, target penyerapan KUR pada tahun ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya mampu menyerap Rp4,6 triliun. ”Pada tahun lalu, penyerapan KUR belum maksimal, sebab dari persyaratan standar yang dikeluarkanperbankanmasihbelumbanyak dipahami calon pengguna KUR,” ujarnya seusai mengikuti Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2010 Koperasi Sauyunan Jabar di Gedung Wahana Bakti Pos, Jalan Banda,Kota Bandung,kemarin.
Penyaluran KUR BNI 2010 Lampaui yang Ditargetkan PemerintahJakarta, 4 Januari 2011. Selama tahun 2010, BNI yang ditargetkan Pemerintah menyalurkan KUR sebesar Rp 1,60 triliun berhasil melampaui yang ditargetkan dengan penyaluran sebesar Rp 1,63 triliun (101,9% dari target) kepada 16.257 debitur. Sejak awal program penyaluran KUR hingga akhir Desember 2010, penyaluran KUR BNI telah mencapai Rp 3,16 triliun kepada 27,824 debitur. |
|
|
- BPRS Buka Diri Jadi Pelaksana KUR
- Bank pelaksana KUR sulit cari debitor laik
- Utang KUR Korban Bencana Akan Diputihkan
- Kriteria lembaga keuangan penyalur KUR disempurnkan
- Realisasi Penyaluran KUR Sampai 2010 Sebesar 22,5 Triliun
- BTN diminta pelopori penurunan suku bunga KUR
- KUR Fokus Sektor Pertanian Dan Kelautan
- KUR Fokus Sektor Pertanian Dan Kelautan
- Hatta Minta UKM Kritis Tanya Dana KUR
- Belum saatnya kredit usaha rakyat didanai APBN



