Pemerintah akan fasilitasi perajin bambu
Kementerian Koperasi dan UKM akan fasilitasi pengembangan kapasitas para pelaku usaha kecil menengah (UKM) perajin dan produsen berbagai komoditas yang menggunakan bahan baku utama dari bambu. Asisten Deputi Urusan Restrukturisasi Usaha Kementerian Negara Koperasi dan UKM Prijambodo menjelaskan bambu yang dihasilkan dari berbagai sentra-sentra di daerah saat ini, mulai dieksploitasi oleh pihak asing, dan diekspor ke manca negara.
”Ketimbang eksploitasi tanaman tradisional tersebut tidak memiliki nilai tambah bagi UKM perajin dan produsen di bebagai daerah, akan lebih baik jika mereka difasiltasi untuk mengembangkan usahanya,”papar Prijambodo kepada Bisnis hari ini.
Pemerintah, katanya, sangat prihatin melihat fakta bahwa industri dari bahan baku yang terdapat di berbagai daerah, dimanfaatkan pengusaha tanpa memberikan nilai tambah kepada perajin dan produsen bambu skala UKM.
Dalam waktu dekat pihaknya akan menghadirkan beberapa instansi terkait di daerah untuk membahas rencana untuk industrialaisaasi bambu. Bambu tidak hanya bisa dijadikan sebagai bahan baku kerajinan maupun perhiasan serta kebutuhan perlengkapan rumah tangga maupun furnitur.
Bambu dewasa ini sudah bisa dijadikan bahan baku berbagai kepentingan pembangunan, karena sudah ada perusahaan yang mengolahnya menjadi lembaran papan maupun lembaran dalam bentuk lebar sejenis dengan lembaran tripleks.
”Lembaran papan dan tripleks tersebut bahkan sudah diekspor ke manca negara. Kami akan membuat satu sistem jaringan kerja dengan daerah-daerah penghasil mambu untuk menciptakan industry dari bahan baku bambu,” tegas Prijambodo.
Kementerian Koperasi dan UKM akan menjadikan salah satu perusahaan industri berbahan baku bambu dari Yogyakarta, yakni PT Bambu Nusa Verde, sebagai mitra utama dalam mengopimalkan bambu menjadi industri potensial.
Perusahaan yang juga bekerja sama dengan asing tersebut diketahui telah menajalankan usahanya secara terpadu, mulai dari budidaya tanam hingga ke produk akhir berbagai komoditas yang siap dilempar ke pasar nasional maupun internasional.
”Perusahaan di Yogyakarta itu kebetulan tengah mencari mitra para petani untuk budi daya bambu. Di satu sisi, Kementerian Koperasi dan UKM juga tengah mencari mitra untuk mengoptimalkan tanaman bambu menjadi berbagai keperluan,” papar Prijambodo.(bas)
sumber : www.bisnis.com (Mulia Ginting Munthe)




