Download Business Plan Disini
sentrakukm.com
Follow @sentrakukm on Twitter
Pengunjung
Kami memiliki 471 Tamu online

Sesuai Sentra dan OVOP

Pemerintah, khususnya Ditjen IKM Kementerian Perindustrian, menerapkan program pembinaan terhadap industri kecil dan menengah (IKM) melalui sentra wilayah dan sis tem klaster secara regional. Kebijakan itu juga disesuaikan dengan strategi pengembangan satu desa mengembangkan satu produk unggulan (one village one product/OVOP). "Karena industri barang kerajinan dan barang seni sebagai warisan budaya bangsa bernuansa etnis kini mulai diarahkan pada tren kembali ke alam," kata Tri Reni Budiharti, Direktur Industri Kerajinan Ditjen Industri Kecil dan Menengah (DJIKM) Kementerian Perindustrian, kemarin.

Menurut Tri, dengan adanya penyesuaian dalam pengembangan usaha, maka ruang lingkup dari industri kerajinan barang kerajinan dan seni terdiri atas industri gerabah keramik hias; perhiasan dan batu mulia; industri anyaman dari rotan dan bambu; industri bordir/sulaman; dan industri kerajinan ukiran dari kayu kecuali mebeller.

Jika didasarkan pada sentra produksi, industri gerabah keramik hias berada di daerah Purwakarta, Kasongan, dan Banyu Mulek (wilayah Lombok Barat).

Sementara sentra industri perhiasan dan batu mulia terkonsentrasi di wilayah Lumajang (perak), termasuk juga Kotagede dan Celuk (Gianyar) - Bali.

Untuk sentra kerajinan anyaman dari rotan dan bambu berada di wilayah Tasikmalaya, Lombok Tengah, dan wilayah Hulu Sungai Utara (Kalsel).

Industri kerajinan bordir dan sulaman yang berbahan baku benang dan kain/tekstil dengan proses produksi menjdi bordir dan sulaman- yang terdiri atas bordir sulaman untuk gaun/busana dan asesorisnya, serta bordir untuk perlengkapan rumah tangga seperti seprei, sarung bantal, taplak meja, tutup televisi/dis-penser/audio visual- banyak terdapat di wilayah Tasikmalaya (Jabar), dan Bukit Tinggi (SumbarTargetkan Bina 10 IKM di Setiap Sentra

Tri Reni berharap, dari setiap 20 IKM yang dibina di setiap sentra, dapat lahir 10 IKM yang bankable, dan diharapkan produknya juga tidak hanya dipasarkan di dalam negeri saja, melainkan juga diekspor.

Di bidang peningkatan mutu produk, selain bantuan fasilitasi, Kemenperin juga memberikan bantuan alat seperti untuk pengasahan batu mulia, kendati masih ada perajin batu mulia yang lebih mudah mengasah alatnya menggunakan bambu, dibanding menggunakan mesin pen-gasah.

Untuk perajin perhiasan, selain masalah desain, mutu perak sebagai perhiasan juga belum standar. Sementara produk perak diekspor ke AS dan Eropa. Kemenperin memberi bantuan alat uji mutu kadar perak di sentra perajin Gianyar, Bali.

Sasaran tujuan pengembangan jangka menengah antara tahun 2010-2014, selain mewujudkan industri kerajinan dan barang seni nasional yang mampu bersaing di pasar dalam dan luar negeri. Diharapkan ekspor produk produk kera-jnan dan barang seni bertumbuh rata-rata 5,69 persen per tahun,

sumber : bataviase.co.id (rin)

 
..:: KEMBALI ::..
Lintas Deputi
Pendapat Anda
Menurut anda bagaimana tampilan website sentrakukm.com saat ini.