Tapin Tingkatkan Mutu Kerajinan Anyaman Purun
TAPIN - Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan tahun 2010 mencanangkan program peningkatan mutu komoditi kerajinan anyaman purun. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Tapin H. Abdul Hadi di Rantau, Rabu mengatakan, pelaksanaan program peningkatan mutu tersebut salah satunya melalui pelatihan terhadap perajin.
"Tahun 2010 tepatnya pada Mei lalu kita telah mengadakan pelatihan terhadap 20 perajin anyaman purun untuk menunjang pengembangan dan peningkatan mutu produk," ujarnya di Rantau, ibu kota Tapin sekitar 110 Km Utara Banjarmasin.
Sebanyak 20 perajin tersebut berasal dari Desa Pabaungan dan Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan (CLS) dengan tempat pelaksanaan pelatihan di Desa Sungai Rutas selama lima hari.
Kecamatan CLS sendiri sejak lama memang dikenal sebagai pusat kerajinan anyaman purun dan telah dijadikan sebagai sentra kerajinan tangan oleh pemerintah daerah setempat.
Ketersediaan bahan baku purun yang melimpah dikecamatan itu menunjang perkembangan komoditi anyaman purun sebagai pemasukan baik bagi masyarakat setempat maupun pemerintah daerah.
Awalnya kerajinan anyaman purun yang dilakukan hanya sebatas pembuatan bakul dan tikar purun secara tradisional.
Melalui kegiatan pelatihan peningkatan mutu yang dilakukan kini kerajinan anyaman purun telah berkembang dan mampu menghasilkan beragam variasi alat-alat kebutuhan rumah tangga dan cendera mata.
Dikatakan, peningkatan mutu mutlak harus dilakukan agar hasil produk anyaman purun dari CLS mampu menembus pasar dan bersaing dengan produk luar daerah.
"Melalui pelatihan yang telah kami laksanakan para perajin purun kini dapat menghasilkan produk yang lebih variatif dan inovatif sehingga secara langsung dapat meningkatkan daya saing dan daya jual," katanya.
Pada pelatihan yang diberikan para perajin tidak hanya dibekali pengetahuan tentang pemenuhan standar permintaan konsumen tetapi juga meliputi peningkatan kualitas produk.
Juga diajarkan teknik penggunaan ukuran dalam pembuatan produk agar memiliki standar ukuran yang sama serta sentuhan akhir produk agar menjadi lebih cantik dan menarik.
Ia menambahkan, agar pelatihan yang diberikan dapat berhasil maksimal maka tenaga pengajar sengaja didatangkan dari luar daerah.
"Untuk tahap awal kita mendatangkan tenaga pelatih khusus dari Jawa yang telah lebih dulu menguasai teknik peningkatan mutu sehingga hasilnya dapat maksimal," tambahnya.
Ke depan program pelatihan tersebut akan terus dilakukan bukan hanya pada komoditi kerajinan anyaman purun tetapi juga untuk komoditi lain.
Melalui program peningkatan mutu diharapkan dapat berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya para perajin anyaman purun, demikian H. Abdul Hadi.
ant
sumber : (Banjarmasinpost.co.id) Eka




