Download Business Plan Disini
sentrakukm.com
Follow @sentrakukm on Twitter
Pengunjung
Kami memiliki 252 Tamu online

Pembinaan IKM Kerajinan Disesuaikan dengan Sentra dan Sistem OVOP

Pembinaan bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) di bidang kerajinan, dilakukan melalui sentra wilayah dan sistem klaster secara regional di daerah tersebut, karena disesuaikan juga dengan strategi pengembangan satu desa mengembangkan satu produk unggulan (One Village One Product/OVOP). Sebab industri barang kerajinan dan barang seni sebagai warisan budaya bangsa, bernuansa etnis dan kecintaan masyarakat pada produk seni kini mulai diarahkan pada trend kembali ke alam (back to nature).

Tri Reni Budiharti, Direktur Industri Kerajinan Ditjen Industri Kecil dan Menengah (DJIKM) Kemenperin, menyatakan kepada Business News, Rabu (30/6). Disesuaikan dengan bidang pengembangannya, maka ruang lingkup industri kerajinan barang kerajinan dan seni, terdiri atas industri gerabah keramik hias; perhiasan dan batu mulia; industri anyaman dari rotan dan bambu; industri bordir/sulaman; dan industri kerajinan ukiran dari kayu kecuali mebeller.

Berdasarkan sentra, industri gerabah keramik hias berada di daerah Purwakarta, Kasongan, dan Banyu Mulek (wilayah Lombok Barat). Sementara sentra industri perhiasan dan batu mulia terkonsentrasi di wilayah Lumajang (perak), termasuk juga Kotagede dan Celuk (Gianyar) - Bali. Untuk sentra kerajinan anyaman dari rotan dan bambu berada di wilayah Tasikmalaya, Lombok Tengah, dan wilayah Hulu Sungai Utara (Kalsel).

Industri kerajinan bordir dan sulaman yang berbahan baku benang dan kain/tekstil dengan proses produksi menjadi bordir dan sulaman, terdiri atas bordir sulaman untuk gaun/ busana dan asesorisnya, serta bordir untuk perlengkapan rumah tangga seperti seprei, sarung bantal, taplak meja, tutup televisi/dispenser/audio visual, banyak terdapat di wilayah Tasikmalaya (Jabar), dan Bukit Tinggi (Sumbar).

Pembinaan yang sudah dilakukan selama dua tahun terakhir ini, adalah bekerjasama dengan BUMN dalam hal memfasilitasi mereka, sehingga mereka (IKM) layak menjadi mitra binaan mereka, sehingga layak masuk menjadi mitra Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL). Dua BUMN yang telah bekerjasama dengan IKM binaan tersebut melalui kepanjangan tangan Kementerian Perindustrian dan dinas setempat di antaranya PT Telkom dan PT Adaro."Sebelumnya mereka juga dinilai melalui test kelayakan, dan unsur pembinaan mencakup beberapa aspek mulai dari SDM, permodalan, teknologi, mutu, desain, dan pasar. Khusus masalah desain Kemenperin memberi penekanan, karena aspek itu yang paling sering dialami oleh IKM kerajinan, sehingga diakui penegakan Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) mereka masih lemah.

Adalah hal biasa, desain atau motif yang paling laku di pasar, itu akan mudah menjamur, kendati masih ada satu atau dua pelaku yang mau berinovasi dengan desain ataukreativitasnya sendiri. Setiap bidang industri masalahnya berbeda, tetapi mereka diajar mulai dari pembukuan sederhana, sampai mereka akhirnya mampu mengajukan proposal kredit.Demikian juga dari pihak BUMN pemberi kredit, mereka membuka masa pendaftaran bagi IKM terpilih setiap periode tertentu, ada yang setiap triwulan tertentu, dan ada juga yang setiap semester. Tidak mudahnya IKM terpilih dalam seleksi tersebut, karena jumlah IKM yang diseleksi juga tidak sedikit.

Targetkan Bina 10 IKM di Setiap Sentra

Kemenperin melalui Ditjen Industri Kerajinan mengharapkan, dari setiap 20 IKM yang dibina di setiap sentra diharapkan lahir 10 IKM yang bankable, dan diharapkan produknya juga tidak hanya dipasarkan di dalam negeri saja, melainkan juga diekspor. Karena itu, dari keikutsertaan mereka di setiap pameran, baik lokal ataupun pameran berorientasi ekspor, diharapkan terpilih IKM-IKM yang jadi binaan BUMN, dan produknya juga terpilih serta status mereka sebagai IKM yang sudah naik kelas.

Di bidang peningkatan mutu produk, selain bantuan fasilitasi, Kemenperin juga memberikan bantuan alat seperti untuk pengasahan batu mulia, kendati masih ada perajin batu mulia yang lebih mudah mengasah alatnya menggunakan bambu, dibanding menggunakan mesin pengasah. Itulah sebabnya, perajin batu mulia diakui mengalami kelambatan pertumbuhan, karena masih bekerja secara tradisional/ konvensional.Untuk para perajin perhiasan, selain masih menghadapi masalah desain, kadang-kadang mutu perak sebagai perhiasan juga belum standar. Sementara produk perak juga diekspor ke AS dan negara-negara Eropa. Melihat kondisi tersebut, Kemenperin juga memberi bantuan alat uji mutu kadar perak, di sentra perajin Gianyar, Bali.

Bagi Unit Pengolah Teknis (UPT) di wilayah Dinoyo, Malang, ada juga bantuan alat yang diberikan dalam bentuk setengah jadi untuk proses pembakaran gerabah, sehingga bahan baku yang diperlukan untuk campurannya menjadi lebih standar, sesuai kebutuhan pembakaran. Sedang guna mengatasi tidak sempurnanya sistem pembakaran atau pengeringan kayu, Kemenperin juga membantu dengan dipertemukan melalui forum klaster dan fasilitasi terbentuknya klaster regional di masing-masing sentra.

Sasaran tujuan pengembangan jangka menengah antara tahun 2010 - 2014, selain mewujudkan industri kerajinan dan barang seni nasional yang mampu bersaing di pasar dalam dan luar negeri, juga diharapkan tahun 2014, jumlah unit usaha usahanya berkembang menjadi 1.108.543 unit, dengan nilai produksi mencapai Rpl8.542.310 juta, dan ekspornya senilai USD172.236.427. Diharapkan ekspor produk-produk kerajinan dan barang seni bertumbuh rata-rata 5,69 persen per tahun.

sumber : bataviase.co.id (Mi)

 
..:: KEMBALI ::..
Lintas Deputi
Pendapat Anda
Menurut anda bagaimana tampilan website sentrakukm.com saat ini.