DKI dan Jabar Butuh Batok Kelapa
Lampung Selatan – Untuk memenuhi permintaan batok kelapa yang sangat tinggi di DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat, pedagang pengumpul di Kabupaten Lampung Selatan memasok dalam jumlah besar. Batok kelapa ini dibutuhkan oleh perusahaan industri anti-nyamuk bakar, usaha informal, dan industri kerajinan di dua provinsi itu.
Pedagang pengumpul di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Arfan di Bakauheni, Kamis (8/7), mengatakan, dalam sepekan pengiriman batok kelapa ini mencapai 10 truk lebih. Diungkapkan, sebenarnya permintaan batok kelapa dari Pulau Jawa sangat tinggi, namun Lampung Selatan belum mampu memenuhi pasokan tersebut meskipun perkebunan kelapa di Lampung Selatan cukup luas. "Harga pembelian batok kelapa dari pengusaha kopra Rp12.000 hingga Rp15.000/karung dari pengusaha kopra," tambahnya.
Keuntungan dari usaha ini cukup lumayan, mencapai Rp1,3 juta dalam sekali pengiriman, karena harga jual di Pulau Jawa sendiri hingga dua kali lipat. Namun, jika saat produktivitas perkebunan kelapa menurun seperti musim kemarau, para pengumpul kesulitan mendapatkan persediaan sesuai pesanan, namun sementara ini masih cukup tinggi.
Pengumpul batok kelapa, Iwan, mengatakan, saat ini permintaan batok kelapa memang sangat tinggi untuk memenuhi pesanan di sejumlah sentra industri kerajinan, pembuatan arang dan anti-nyamuk bakar. Namun, untuk meningkatkan pendapatan biasanya sebagian batok-batok tersebut diolah terlebih dahulu menjadi arang agar harganya lebih tinggi.Ant
sumber : www.surabayapost.co.id




