Download Business Plan Disini
sentrakukm.com
Follow @sentrakukm on Twitter
Pengunjung
Kami memiliki 457 Tamu online

Sentra Handicraft Sampah Koran Diresmikan

Banjarsari (Espos)   Sentra kerajinan tangan (handicraft) dari bahan limbah kertas koran di Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Senin (22/2) diluncurkan. Sentra industri kreatif yang telah beranggotakan 50 pengrajin tersebut itu adalah yang pertama di Kota Solo.

Diharapkan, sentra handicraft terus berkembang dari segi produksi dan keanggotaan sehingga menjadi cluster. Sentra handicraft yang anggotanya terdiri 80 persen warga kelurahan setempat dan 20 persen warga Solo itu bersekretariat di Jl Kerinci Dalam VI RT 3/RW IX Sambirejo, Kadipiro.

Peresmian sentra handicraft dilakukan oleh Camat Banjarsari, Suwarta, dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Solo, Joko Pangarso; Ketua Paguyuban Sentra Kerajinan handicraft Bina Usaha Mandiri di Kadipiro, Siti Aminah; serta puluhan pengrajin. Usaha yang telah berjalan satu tahun terakhir dan dipelopori oleh Siti tersebut telah diekspor ke Jepang, Prancis dan China. ”Berbeda dengan produk kerajinan tangan dari kertas yang lain, karya kami dianyam. Untuk finishing kami menggunakan bahan non-toxic bagi peralatan makanan, tapi untuk yang bukan makanan kami tetap pakai melamin.”

Dia menambahkan, produksi kerajinan bisa mencapai 200 unit tiap bulannya. Sedangkan jenis produk atau desain yang mereka telurkan mencapai 150 jenis. Produk yang paling diminati konsumen yakni tas dan peralatan rumah tangga.

Bila dirata-rata, Siti menjelaskan, omzet penjualan kerajinan tangan berbahan limbah koran miliknya sekitar Rp 2 juta per bulan. Menurut dia, sebagian besar pengrajin anggotanya adalah ibu rumah tangga. Sementara Camat Suwarta handicraft merupakan salah satu industri kreatif potensial.

Pasalnya di Solo sendiri masih sedikit yang menjalankan usaha itu. Di sisi lain, Pemkot Solo memprioritaskan industri kreatif dalam program pembangunan mereka. ”Branding Solo kreatif, solo sejahtera yang dicanangkan baru-baru ini semakin bisa dijabarkan masyarakat.”

Sedangkan Joko Pangarso menerangkan, sebelumnya di Solo telah memiliki sembilan sentra industri kreatif. Sebagian besar masih didominasi industri batik atau tekstil.

Dia menekankan perlunya kerja sama pemerintah, perbankan, akademisi dan masyarakat untuk mengembangkan industri kreatif. Mengenai industri kreatif limbah koran, dia menyatakan apresiatif dan mendukung penuh. - Oleh : kur

Sumber : www.solopos.co.id

 
..:: KEMBALI ::..
Lintas Deputi
Pendapat Anda
Menurut anda bagaimana tampilan website sentrakukm.com saat ini.