Login



Pengunjung
Kami memiliki 234 Tamu online
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini200
mod_vvisit_counterKemaren894
mod_vvisit_counterMinggu Ini3862
mod_vvisit_counterBulan Ini24650
Anggota Online
None
sentrakukm.com

MENEGKUKM: Dampak ACFTA Paling Signifikan Pada Juli

(Berita Daerah- Nasional) - Menteri Negara Koperasi dan UKM (Meneg KUKM), Sjarifuddin Hasan memperkirakan dampak perdagangan bebas Asean-China (ACFTA) paling signifikan akan terjadi pada Juli 2010.

"Dari tren kita bisa lihat, hasilnya baru akan terasa pada Maret 2010 dan paling signifikan pada Juli 2010," kata Sjarifuddin Hasan, di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, pihaknya masih terus melakukan kajian terkait dampak ACFTA (Asean-China Free Trade Agremeent) terhadap koperasi dan UKM.

Menurut dia, yang saat ini berkembang terkait ACFTA adalah hipotesis yang belum sepenuhnya terbukti di lapangan. "Kita baru akan bisa buktikan nanti setelah dampaknya terasakan," katanya.

Menteri menyatakan, ia sendiri pada awal tahun terjun langsung ke sentra-sentra produksi UKM khususnya empat komoditas di antaranya sepatu, tekstil, dan industri kulit.

Namun, ia mengakui sampai kuartal pertama tahun ini dampak ACFTA belum terlampau dirasakan di kalangan KUKM."Di awal tahun memang belum tergambar dampaknya," katanya.

Pihaknya sedang mengkaji besar kecilnya pangsa pasar (market share) yang direbut produk China dan Asean lainnya, perubahan pangsa pasar, dan posisi Indonesia pasca-diberlakukannya ACFTA.

Ia berpendapat, ACFTA harus dijadikan peluang meningkatkan ekspor KUKM di tanah air mengingat China merupakan penduduk dengan populasi mencapai 1,5 miliar.

Meski begitu, ia menegaskan, pihaknya akan memberikan perlindungan kepada KUKM dalam bentuk kebijakan dengan tidak melanggar kebijakan yang ada sebelumnya.

"Kami akan tetap melakukan pengawasan terhadap produk-produk yang merugikan KUKM," katanya.

Menurut Menteri sudah beberapa upaya strategis dilakukan di antaranya meningkatkan sosialisasi pemakaian produk dalam negeri, mendorong sinergi antara pengusaha menengah dengan besar, meningkatkan kemitraan UMKM dengan para pengelola pusat perbelanjaan, serta menciptakan iklim kondusif di pasar regional.

"Kami akan mengusulkan anggaran APBN-P untuk program khusus dalam rangka meningkatkan kualitas produk dan kemampuan SDM KUMKM dalam menghadapi ACFTA," katanya.

Pihaknya juga berencana mengembangkan ekonomi kreatif dan menambah alokasi untuk pengembangan usaha, pasar tradisional dan lain-lain. (if/IF/ant)

Sumber : www.beritadaerah.com

 
..:: KEMBALI ::..
Lintas Deputi
Pendapat Anda
Menurut anda bagaimana tampilan website sentrakukm.com saat ini.