Kontribusi Ekonomi Kreatif Terhadap Ekspor 7,5 Persen
Kontribusi ekonomi kreatif terhadap kinerja ekspor nonmigas Indonesia saat ini mencapai sekitar 7,5 persen atau senilai Rp114,9 triliun
"Ekonomi kreatif telah menyumbang sekitar 7,5 persen pada kinerja ekspor nonmigas kita," kata Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, dalam dialog dengan 400 siswa SMA/SMK mengenai ekonomi kreatif di Auditorium Kementrian Perdagangan, Jakarta, Senin.Mendag mengatakan kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia selama 2008 mencapai 7,28 per sen atau senilai Rp151 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 7,7 juta orang.
Dari empat belas sub sektor yang ada dalam ekonomi kreatif, fesyen, kerajinan, periklanan, dan desain merupakan penyumbang PDB terbesar, masing-masing 43 persen, 25 persen, delapan persen, dan enam persen.
"Kontribusi fesyen dan kerajinan mencapai 70 persen, subsektor yang lainnya juga potensial untuk lebih berkembang," ujarnya.
Untuk meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif itu, pemerintah sedang menyiapkan formula fasilitasi perpajakan yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia karena permasalahan utama yang dihadapi pelaku industri kreatif adalah permodalan.
"Itu program dari Menteri Keuangan ya...Itu harus kita perjuangkan dan kita kembangkan apakah ada formula baru untuk industri kreatif yang perlu kita kembangkan," tuturnya.
Mendag menilai potensi pertumbuhan ekonomi kreatif selama lima hingga 10 tahun ke depan akan meningkat dari 7,28 persen menjadi sembilan persen.
"Menurut hemat kami ini potensinya besar sekali. Sumber manusia kreatif dalam diri anak muda dan secara demografis, hampir 50 persen dari penduduk Indonesia di bawah 29 tahun. Sumber manusia produktif dan kreatif plus mereka adalah pasar yang menjanjikan," jelasnya.
Sumber : www.beritadaerah.com











