INDUSTRI TAS KENDAL MULAI BERKEMBANG
Kendal, 25/1 : Industri tas di Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, mulai berkembang dan mampu memproduksi 360 unit per tahun.
"Para perajin tas di Desa Truko muncul sekitar 2005, saat itu hanya ada beberapa perajin," kata Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, dan Energi (DP3E) Kabupaten Kendal Siti Suryanti di Kendal, Senin.
Menurut dia, seiring dengan semakin banyaknya permintaan, jumlah perajin tas di desa tersebut bertambah. "Jumlah perajin tas hingga akhir 2009 tercatat sekitar 30 unit usaha," katanya.
Ia menyebutkan, jenis produk tas di Desa Truko beragam seperti tas koper, tas kulit, bahkan mereka saat ini juga memproduksi mantel atau jas hujan.
"Pasar produk tas tersebar di seluruh Pulau Jawa, dan saat ini mulai merambah ke Sumatera, seperti Lampung dan Palembang, serta Kalimantan, dengan kapasitas produksi sekitar 360 ribu buah per tahun," katanya.
Selain industri tas, kata dia, industri lain seperti kerupuk rambak dan bordir di Kendal juga mulai berkembang, meskipun perkembangannya tidak terlalu signifikan seperti industri tas.
"Pengusaha kerupuk rambak saat ini berjumlah sekitar tujuh unit usaha, dengan kapasitas produksi sekitar 16.280 kilogram per tahun," katanya.
Ia mengatakan, bahan baku pembuatan kerupuk rambak buatan Kendal adalah kulit kerbau, padahal bahan baku tersebut selama ini didatangkan dari berbagai daerah seperti Demak, Jepara, dan Pekalongan.
"Beberapa pengusaha memang mulai menggunakan kulit sapi, namun tidak banyak karena cita rasa kerupuk rambak dari kulit sapi tidak senikmat kerupuk rambak yang terbuat dari kulit kerbau," katanya.
Sementara untuk industri bordir, kata dia, jumlah perajin bordir saat ini tercatat sekitar 20 unit usaha yang tersebar di Desa Krajan Kulon, Kutoarjo, Sarirejo, dan Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu.
Menurut dia, pihaknya terus memacu produktivitas industri tersebut dengan penyuluhan, pembinaan, dan pengklusteran daerah-daerah sentra industri.
"Sebenarnya, Kendal juga memiliki banyak sentra industri yang lebih dulu dikenal, seperti industri terasi, keranjang pelepah pisang, kerupuk goreng pasir, gerabah, dan mebel," kata Siti. *ant*
Sumber : www.formatnews.com












