SUMATERA: Realisasi nilai ekspor kopi Arabika asal Provinsi Aceh selama 2009 mencapai 17,954 juta dolar Amerika Serikat (Rp169,665 miliar) atau turun 70 persen dibanding 2008 yang tercatat 26,609 dolar (Rp251,459 miliar).

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Aceh, Cipta Hunai di Banda Aceh, Kamis, membenarkan volume ekspor kopi provinsi ujung paling barat di Indonesia itu menurun dari 7,435 ribu ton (2008) menjadi 5,606 ribu ton (2009).

Menurunnya ekspor kopi Aceh itu karena terpengaruh krisis ekonomi global yang terjadi pertengahan 2008 dan berakibat rendahnya daya beli di pasaran internasional.

"Secara perlahan krisis global sudah mulai pulih, namun belum mampu meningkatkan volume ekspor kopi Aceh. Diperlukan waktu untuk memulihkan pasaran komoditi ini," katanya.

Krisis global berpengaruh terhadap ekspor kopi Aceh karena negara yang paling parah mengalami goncangan ekonomi adalah Amerika Serikat, yang merupakan pangsa pasar utama komoditi tersebut.

Menurut dia, krisis ekonomi global yang melanda Amerika ikut melemahkan daya beli kopi Arabika di pasar dunia.

"Sejumlah pembeli di Amerika waktu itu, menghentikan sementara pembelian kopi Aceh. Bahkan kontrak pembelian yang sudah disepakati terpaksa ditunda pengirimannya," ujarnya.

Namun, secara perlahan krisis ekonomi mulai pulih dan sejumlah importir di luar negeri sudah melakukan order dengan eksportir Aceh, walaupun belum maksimal, katanya.

Dari total volume 4,283 ribu ton (13,591 juta dolar) diekspor ke negara itu, selebihnya ke Kanada dan Eropa seperti Jerman, Belgia dan Norwegia. Kopi Aceh juga sampai ke Mexico, Selandia Baru.

Produksi kopi Arabika Aceh berasal dari Aceh Tengah dan Bener Meriah. Komoditi ini merupakan salah satu produk ekspor andalan Aceh dalam beberapa dasawarsa terakhir.

Luas area perkebunan kopi rakyat didua kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah itu sekitar 85 ribu hektare dengan jumlah produksi diperkirakan mencapai 45-50 ribu ton/tahun.

Sumber : www.beritadaerah.com

..:: KEMBALI ::..