SUMATERA: Permintaan benih jagung di Sumut tahun ini meningkat akibat harga jual jagung pipil yang stabil di posisi bagus berkisar Rp2.300-Rp2.400 per kg.

"Permintaan benih yang semakin banyak itu juga dipicu adanya perbaikan irigasi di beberapa daerah Sumut sehingga untuk sementara petani padi beralih ke tanaman jagung," kata District Sales Manager Medan PT Dupont Indonesia, Suwandy Purba di Medan, Kamis.

Suwandy yang didampingi Market Development Manager PT Dupont Indonesia, Adhie Widihartho, memberi contoh permintaan benih jagung yang terlihat paling banyak meningkat tahun ini berasal dari Kabupaten Langkat.

Ia mengakui, di Langkat sejak beberapa tahun terakhir juga menjadi sentra produksi jagung setelah Kabupaten Karo dan Simalungun.

"Melihat tren meningkatnya terus permintaan benih, maka DuPont Indonesia tahun ini menargetkan penjualan benih bisa naik 10 persen hingga 15 persen dari tahun lalu," kata Suwandy tanpa merinci totalĀ  riil target penjualan itu dengan dalih menyangkut persaingan bisnis.

Target penjualan itu optimis bisa dicapai karena selain harga jual benih tidak dinaikkan setelah naik pada Oktober 2010, perusahaan itu juga menawarkan varietas baru seperti P25.

Adhiie menjelaskan, keunggulan P25, antara lain, potensi hasil panennya di tingkat petani yang cukup tinggi atau rata-rata 8-9 ton per hektare, dan tanamannya lebih tahan dengan serangan penyakit Hawar daun dan busuk tongkol serta warna oranye biji (pipil) jagungnya yang lebih cerah.

Benih jagung P25 sangat cocok untuk di daerah dataran tinggi di Sumut seperti di kawasan produsen utama jagung Sumut selama ini yakni Tanah Karo, dan Simalungun yang juga sangat rentan dengan serangan Hawar daun dan busuk tongkol.

"Harga jual sebesar Rp2.300-Rp2.400 per kg itu lumayan bagus dibandingkan di posisi 2009 yang pernah di sekitar Rp2.000 pe kg sehingga secara nasional-pun permintaan benih tahun ini tren meningkat," kata Adhie.

Senior Purchasing Cargil Animal Nutrition PT Cargil Indonesia, Wong Bun Cai, mengatakan, harga jual jagung yang stabil itu merupakan dampak dari masih banyaknya permintaan dari pabrikan pakan ternak menyusul permintaan pakan ternak yang masih tinggi juga.

Apalagi, kata dia, produksi jagung di Sumut masih saja tetap kurang atau di bawah kebutuhan sehingga kerap mengandalkan pasokan impor.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Sumut, M.Roem S, mengatakan, Sumut pada 2010 berupaya mempertahankan posisinya dalam daerah sepuluh besar penghasil jagung nasional dengan produksi 1.267.218 ton.

"Tahun lalu, dengan produksi 1.190.822 ton, Sumut di peringkat kelima dan tahun ini diharapkan masih di sekitar peringkat itu dengan hasil 1.267.218 ton," katanya

Dia menjelaskan, kenaikan produksi jagung tahun 2010 sebanyak 96.396 ton itu bukan hanya karena ada penambahan luas areal tanaman, tetapi juga dari produktivitas yang meningkat dibandingkan tahun lalu.

Tahun ini produktivitas tanaman jagung Sumut rata-rata mencapai 46 kwintal per hektare.

Sumber : www.beritadaerah.com

..:: KEMBALI ::..