JAWA: Produk kain sutera yang dikembangkan para petani sutera di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tetap bertahan bahkan relatif meningkat, sekalipun dalam beberapa tahun terakhir pasar Indonesia diserbu produk tekstil dari China.

“Produk sutera Cianjur hingga saat ini relatif tidak tergoyahkan oleh serbuan impor tekstil. Sebab sutera Cianjur sudah memiliki pangsa pasarnya sendiri,” kata Ketua Silk Solution Centre, Lembaga Pengembangan Sutera Alam Kabupaten Cianjur, Harry M.Sastrakusumah, ketika dihubungi Rabu (20/1) pagi, terkait semakin derasnya produk serupa dari Negeri Tirai Bambu belakangan ini.

Memang, kakatanya, kalau melihat pasar umum, derasnya impor tekstil ke Indonesia berdampak besar terhadap produktivitas produsen tekstil di tanah air. Sebab tekstil impor, termasuk kain sutera, harganya lebih murah ketimbang produk dalam negeri.

“Tapi dari sisi kualitas, sutera lokal, termasuk dari Cianjur, lebih bagus. Ini bukan kata saya, tapi hasil kajian seorang ahli sutera dari Jepang beberapa waktu lalu. Sehingga kami tidak terlalu khawatir sekalipun pasar tekstil kita diserbu tekstil impor,” katanya.

Produk sutera Cianjur, katanya lagi, saat ini mencapai 500 meter/bulan, jauh meningkat dibandingkan beberapa tahun lalu. Sementara petaninya berjumlah 60 orang, tersebar di enam sentra. Yakni di Kecamatan Takokak, Sukanagara, Campaka (ketiganya di wilayah Cianjur selatan), Cibeber, Cugenang dan Pacet.

“Sentra-sentra sutera itu berada di kawasan yang berudara sejuk dan merupakan habitat terbaik ulat sutera dan tanaman murbei,” kata Harry. Sedangkan luas areal kebun murbei, yang merupakan pakan ulat sutera, sudah mencapai 200 ha, yang lokasinya juga tersebar di enam kecamatan itu.

Namun diakuinya pengembangan sutera Cianjur masih dihadapkan sejumlah kendala. Antara lain terbatasnya bahan baku kokon dan lahan untuk tanaman murbei. “Untuk pengadaan bahan baku kokon, kami sudah mencoba mendatangkannya dari para petani kokon luar daerah. Tapi tetap belum mencukupi, sehingga kami berharap pemerintah bisa turun tangan,” katanya.

Sedangkan untuk perluasan kebun murbei, tambah Harry, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengelola perkebunan yang sebagian arealnya kurang terpelihara. Sehingga target luas kebun murbei seluas 600 ha pada 2011, akan tercapai.

Sumber : www.beritadaerah.com

..:: KEMBALI ::..