Daerah sentra agronomi jadi kekuatan ekonomi Aceh
Pakar ekonomi dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Raja Masbar, mengatakan, pemerintah Aceh harus lebih memperhatikan daerah-daerah sentra produksi agronomi untuk meningkatkan dan memperkuat perekonomian daerah tersebut. "Sektor agronomi merupakan kelebihan yang dimiliki Aceh, maka investasi pemerintah harus fokus ke sektor tersebut misalnya memperbaiki sarana irigasi di seluruh Aceh dan sarana pendukungnya," katanya, malam ini.
Diperkirakan, tingkat pertumbuhan ekonomi di Aceh pada 2010 stabil berkisar antara 3-4 persen namun pemerintah perlu melakukan penguatan ekonomi melalui sektor agronomi tersebut. Meskipun pemerintahan Aceh saat ini sedang giat menarik investor swasta, investasi pemerintah yang bersumber dari APBD harus lebih besar ke sektor agronomi karena sektor tersebut menyerap sebagian besar tenaga kerja.
"Selain meningkatkan perekonomian, jika sektor pertanian betul-betul diperhatikan juga mampu mengatasi permasalahan pengangguran yang selama ini masih cukup tinggi di Aceh," tambahnya. Selain pertanian, daerah-daerah yang memiliki potensi di sektor perkebunan seperti kabupaten Aceh Tengah yang menghasilkan sayur-mayur maupun buah-buahan dan Aceh Selatan dengan perkebunan nilam dan sawit di Aceh Barat harus lebih diperhatikan terutama perbaikan sarana dan prasarana perkebunan.
Dicontohkan, pemerintah harus membangun industri pengolahan sehingga petani tidak lagi menjual produksi perkebunan mereka dalam bentuk mentah tapi sudah diolah yang akhirnya meningkatkan nilai tambah. Sementara di sektor perikanan, daerah-daerah yang memiliki potensi sumberdaya laut maupun perairan darat seperti Sabang, Aceh Timur dan perairan barat Aceh juga perlu didukung sarana yang memadai seperti gudang pendingin (cool storage).
"Bagaimana mau meningkatkan nilai tambah, cool storage saja sampai sekarang kita tidak punya. Sarana dan prasarana itu yang perlu dibenahi," katanya.
Diharapkan dengan perbaikan sarana dan prasarana sektor pertanian khususnya di daerah-daerah sentral produksi, Aceh akan menjadi daerah surplus beras dan mampu memproduksi sendiri kebutuhan pokok masyarakat.
sumber : dat08/ann (www.waspada.co.id)












