BANDUNG, (PRLM).- Diberlakukannya perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA) mulai mempengaruhi produksi pakaian rajut di Binong Jati Kota Bandung. Tidak tanggung-tanggung, produksi pakaian rajut di Binong Jati mengalami penurunan hingga 50 persen.

Ketua Sentra Rajut Binong Jati, Suhaya Wondo mengungkapkan, dampak buruk dengan diberlakukannya perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA) memang sudah diprediksi oleh para perajin. Serbuan produk-produk Cina di sektor pakaian, membuat produksi pakaian rajut Binong Jati makin terdesak. Namun, tidak disangka penurunan produksi hingga mencapai 50 persen dalam waktu yang singkat.

Suhaya mengungkapkan, dalam kondisi normal, biasanya sentra rajut Binong Jati mampu memproduksi sebanyak 3.000 lusin pakaian rajut per hari. Hasil produksi itu nilai omzetnya mencapai Rp 1 miliar. Namun, sejak diberlakukannya ACFTA, banyak perajin yang mulai kelimpungan. Jangankan untuk menargetkan keuntungan dalam jumlah besar, bisa bertahan saja sudah untung. (A-191/A-147)***

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

..:: KEMBALI ::..