(Berita Daerah- Sulawesi) - Hasil produk perkebunan jambu mete asal Lombe, Kecamatan Gu Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah merambah pasar internasional.

Kadis Perindagkop Kota Baubau, Feto Daud di Kendari, Senin mengatakan, jambu mete produk Lombe merupakan pemasok utama jambu mete olahan terbaik di Sultra maupun nasional, oleh karena itu, Lombe sering diberi julukan `bumi jambu mete.

Para pengusaha jambu mete di Lombe tersebut tidak hanya mengolah jambu mete lokal bahkan mereka berburu produk jambu mete gelondongan hingga ke Makassar (Sulsel), Surabaya (Jatim), Ambon (Maluku), Jakarta. Kemudian hasil buruan itu dibawa pulang ke Lombe untuk dibagikan kepada para pengolah.

Hasil jambu mete olahan itu, dijual kembali ke para pengusaha dalam bentuk jambu olahan yang siap saji. Pasaran produk mete olahan ini selain di Sultra, juga di Makassar (Sulsel), Surabaya (Jawa Timur) dan Jakarta, bahkan ke China, India dan Kuwait.

Bahkan, kata Feto, pengusaha terkadang membeli jambu mete gelondongan di Makassar, Surabaya dan Jakarta, untuk mendukung ketersediaan bahan baku produk mete olahan, sehingga bila dipasarkan bisa dalam jumlah lebih besar.

Bila musim berbuah jambu mete, para pengolah produk mete ini membeli mete gelondongan di sejumlah sentra produksi seperti di Kabupaten Muna, Buton dan Konawe dan Konawe Selatan, dengan harga bervariasi antara Rp50 ribu per karung ukuran 25kg lalu diolah menghasilkan kacang mete.

Ia mengatakan, usaha pengolahan jambu mete di Lombe sudah merupakan turun temurun dilakukan oleh masyarakat setempat, sehingga produksi mete olahan itu sangat bagus dan laris hingga saat ini.

"Jambu mete asal Lombe yang terbanyak dihasilkan di Keluruhanan Watulea, dan setiap bulannya permintaan tidak pernah kosong, dan ini terlihat dari kegiatan pengiriman ke berbagai pelanggan mencapai sekitar 100-200 ton per tahun," katanya.

Pengolahan jambu mete di Lombe masih menggunakan alat tradisional karena menurut masyarakat setempat, hasil pengolahan dengan alat manual masih lebih baik ketimbang menggunakan alat mesin pengolah.

Pemerintah pusat pernah mengundang para pengolah jambu mete di Surabaya untuk mengikuti pelatihan penggunaan masin pengolahan jambu mete, namun menurut para pengolah setempat, tidak bisa menerapkannya karena alat manual masih lebih baik dari produk hasil olahan mesin itu.

Semnetara itu, salah seorang penjual dan pengolah jambu mete, di Kendari, Arifin mengatakan, kacang mete yang dipasarkan itu umumnya merupakan produk dari Lombe dan Kabupaten Buton dan sebagian dari Muna.

"Ada juga kacang mete yang dijual dari produk Kendari, Bombana dan Konawe namun dalam jumlah terbatas karena selain biji dan rasanya berbeda juga kualitas saat di konsumsi juga terasa lebih padat dan gurih.

Harga kacang mete kualitas terbaik saat ini masih bertahan pada kisaran Rp58.000-Rp60.000/kg sementara kacang mete kualitas sedang antara Rp54.000 - Rp55.000/kg.

Sumber : www.beritadaerah.com

..:: KEMBALI ::..