Download Business Plan Disini
sentrakukm.com
Follow @sentrakukm on Twitter
Pengunjung
Kami memiliki 305 Tamu online

Petani Tebu Bisa Raih Kredit Rp 25 Miliar

JAKARTA : Petani tebu rakyat mandiri, khususnya di wilayah Jawa Timur, berpeluang memperoleh kredit pembiayaan usaha senilai total Rp 25 miliar. Pembiayaan ini dilakukan tidak oleh perbankan, melainkan disalurkan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi Usaha Kecil dan Menengah atau LPDB-KUKM melalui PT Bahana Artha Ventura.

Pembiayaan ini diatur dalam perjanjian pinjaman LPDB- KUKM yang diwakilkan oleh Direktur Utama LPDB Fadjar Sofyar dan Direktur Utama PT Bahana Artha Ventura (BAV) Hesty Purwanti, yang ditandatangani di Jakarta, Senin (29/6).

Hesty menjelaskan, kelak petani tebu rakyat mandiri (TRM) dapat mengakses kredit melalui koperasi di bawah binaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Tahap pertama kredit sebesar Rp 25 miliar akan dikucurkan kepada petani di wilayah Lumajang, Probolinggo, dan Jember.

Bunga kredit dari LPDB ke BAV sebesar 8,5 persen dengan sistem pembayaran sleeding (menurun). Sementara itu, bunga dari BAV ke petani maksimal ditambah 5 persen.

Menurut Hesty, untuk mencegah kredit macet, BAV_bekerja sama dengan PTPN sebagai pengawas dan pembina agar petani dapat melunasi utangnya. Pembayaran dilakukan pada saat masa panen atau masa panen diperkirakan selama 15 bulan.

Hesty mengatakan, pembiayaan ini sangat strategis, mengingat pertanian tebu sangat potensial sekali. Pembiayaan ini diharapkan dapat mengisi jarak yang terjadi dalam upaya pemenuhan kebutuhan gula nasional.

Target produksi gula pada 2009 sebanyak 2,8 juta ton, sementara tingkat konsumsi naik, yakni lebih dari 12 kilogram per kapita per tahun. Konsumsi gula industri diperkirakan 2,15 juta ton terdiri dari 1,1 juta ton industri besar dan 1,02 juta ton industri kecil. Total konsumsi gula di Indonesia 4,85 juta ton, sementara produksi gula nasional pada 2007 diperkirakan 2,4 juta ton.

BAV semula mengajukan kredit kepada LPDB sebesar Rp 72 miliar yang diperuntukkan bagi 1.562 petani. Namun, karena baru disalurkan Rp 25 miliar, petani yang dapat mengakses kredit baru 542 petani.

Tahap pertama, kami menyalurkan kredit Rp 25 miliar. Kita perlu bersama mencari tahu besarnya kebutuhan pendanaan bagi petani, kata Fadjar. (OSA)

Sumber : www.kompas.com

 
..:: KEMBALI ::..
Lintas Deputi
Pendapat Anda
Menurut anda bagaimana tampilan website sentrakukm.com saat ini.