Download Business Plan Disini
sentrakukm.com
Follow @sentrakukm on Twitter
Pengunjung
Kami memiliki 378 Tamu online

LKM Besar Tempuh 20 Tahun

DENPASAR : Berbekal keyakinan, kesungguhan dan disiplin dalam memegang komitmen, lembaga keuangan mikro (LKM) seperti LPD dan Koperasi makin eksis di tengah-tengah pergolakan perekonomian di Bali. LKM di atas patut diperhitungkan baik oleh kawan, pesaing maupun pemerintah.

Salah seorang pemerhati ekonomi rakyat, Drs. I Made Suarnawa, M.M. yang ditemui di Denpasar, Selasa (23/6) kemarin mengungkapkan, keberadaan LKM ini tidak mudah bisa mencapai posisi seperti sekarang.

LKM memerlukan perjalanan panjang dan sangat melelahkan bagi pengelolanya. LPD dan Koperasi sampai saat ini sebagian besar sehat, menurut penilaian Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda Propinsi Bali, menjadi salah satu kebanggaan bagi pemerintah daerah maupun masyarakat. Dia mencontohkan, LPD dan Koperasi yang kini sudah mencapai aset Rp 5 milyar-30 milyar lebih, perjalanannya memakan waktu antara 10-20 tahun.

Perjalanan panjang tersebut menyebabkan LKM ini mencapai lonjakan aset puluhan milyar rupiah dengan tingkat kredit macet (NPL) sangat kecil dibandingkan NPL di dunia perbankan. Selain meraih sukses mencatat prestasi gemilang melalui berbagai even dan potensi yang ada, sinergi antar-LKM makin kuat dan bersinergi dengan lembaga keuangan lain dibarengi upaya sinergi bersama pemerintah berwenang.

Memperhatikan kondisi LKM bisa menjadi besar, karena dicintai oleh masyarakat lingkungan dan potensinya sangat mendukung sehingga sebagian besar LKM di Bali yang jumlahnya sekitar 5.000 unit tetap eksis dalam gejolak perekonomian masyarakat sampai saat sekarang. Demikian pula di Koperasi, di samping dicintai anggota dan calon anggota juga potensi lingkungan masyarakatnya juga memberikan dukungan. Semua ini, berkat keyakinan, kesungguhan dan disiplin pengelola Koperasi dalam memegang komitmennya untuk membuktikan diri sebagai salah satu lembaga keuangan mikro mampu berperan membiayai anggota, calon anggota maupun masyarakat lingkungannya.

Sejumlah catatan yang dikutip dari Biro Ekonomi dan Pembangunan Setprop Bali tahun 2009 tentang kebijakan dan solusi yang ditawarkan maupun telah dilakukan, di antaranya menyangkut penguatan modal.

Pada tahap awal, dalam usaha penanggulangan kemiskinan secara selektif Pemprop Bali sudah memberikan bantuan modal kepada 125 LPD yang wilayah kerjanya memiliki KK miskin ralatif tinggi. Desember 2008 lalu diluncurkan dana penguatan modal berdasarkan Peraturan Gubernur no.87 tahun 2008 tentang Pengelolaan Dana Penguatan Modal. Tujuannya untuk pemberdayaan dan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), LPD, kelompok usaha ekonomi produktif dan Koperasi dalam usaha penanggulangan kemiskinan dan peningkatan ekonomi produktif. *dra

Sumber : www.bisnisbali.com

 
..:: KEMBALI ::..
Lintas Deputi
Pendapat Anda
Menurut anda bagaimana tampilan website sentrakukm.com saat ini.