BANDAR LAMPUNG : Lampung akan dijadikan sentra industri perkebunan dan hortikultura. Kejayaan Lampung sebagai penghasil kopi, lada, dan sentra buah-buahan lain, terutama durian, akan dikembalikan.

Hal itu dikemukakan Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. pada rapat koordinasi (rakor) Muspida Provinsi Lampung dengan Muspida kabupaten/kota di Gedung Pusiban, Kamis (18-6).

"Saya ingin Lampung menjadi sentra buah-buahan, terutama durian. Alasannya, nilai ekonomisnya tinggi, serta kondisi kultur dan budaya masyarakat Lampung lebih cocok melakukan perkebunan," kata dia.

Gubernur mengaku telah berkonsultasi untuk membuat daerah percontohan di Batu Putu. "Mudah-mudahan dalam waktu dua sampai tiga bulan ini Batu Putu menjadi tempat percontohan."

Ia juga merencanakan akan menanam bibit di semua kabupaten/kota di Lampung. "Saya akan berkoordinasi dengan bupati/wali kota untuk menyiapkan lahan penanaman bibit durian sehingga Lampung dapat menjadi sentra buah-buahan terutama buah durian."

Sementara untuk sentra pengembangan hortikultura berbasis sayuran dan bunga potong akan dilakukan di Lampung Barat dan Tanggamus. Selain berkomitmen akan memajukan bidang pertanian, agenda pembangunan lainnya dilakukan di bidang peternakan melalui peningkatan kualitas dan kesiapan Lampung menjadi swasembada daging.

Bidang perikanan, dengan melakukan pengembangan ikan yang cocok dan sesuai dengan ciri khas daerah. "Untuk pariwisata saya berharap Menara Siger dapat digunakan untuk rekreasi, wisata budaya, dan agama," kata dia.

Dibenahi

Di sektor penguat pembangunan, kata dia, akan terus dibenahi. Di antaranya bidang kehutanan, industri, perdagangan, dan jasa.

"Pembenahan juga akan dilakukan dalam pelayanan bidang kesehatan, infrastruktur, teknologi informasi dan komunikasi, pendidikan, kesejahteraan sosial, kepemudaan dan politik," ujarnya.

Di bidang pertanian, menurut dia, untuk sektor pangan yang telah terealisasi antara lain pengembangan usaha tani dan lahan kering, diversifikasi pangan, penguatan modal petani dalam agrobisnis padi dan jagung melalui pola PMUK (alat mesin pertanian) tahun 2007 dengan anggaran Rp1,5 miliar, tahun 2008 Rp1,5 miliar untuk sembilan kabupaten.

Untuk sektor perkebunan, pembibitan, dan penanaman karet, kopi, dan lada, pembangunan kebun kopi wisata di Lampung Barat, pengembangan industri pengolahan sawit/CPO dengan pola kemitraan. Untuk sektor hortikultura, pengembangan agrowisata berbasis hortikultura, tanaman hias, dan buah-buahan di Lampung Timur.

Sedangkan yang akan dilaksanakan, di sektor pangan, memantapkan sentra produksi padi dan menumbuhkembangkan sentra produksi jagung, menyiapkan sarana dan prasarana pascapanen di daerah sentra produksi, menjamin kepastian pasar dan kontinuitas produksi, mengembangkan ekonomi kelembagaan dalam bidang pangan. n MG16/K-1

Sumber : www.lampungpost.com

..:: KEMBALI ::..