Ketika Baitul Maal Mengincar Bakso
Dukungan terhadap usaha mikro produktif terus dilakukan oleh Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Mentari. Selain menyalurkan pembiayaan ke usaha yang telah eksisting dan mapan, BMT Mentari membidik peluang usaha nan unik, seperti bakso berbahan kepala sapi. Membina usaha yang belum ada di suatu wilayah memberikan nilai lebih bagi pengembangan BMT yang dirintis organisasi Pemuda Muhammadiyah ini.
Belum adanya gerai bakso kepala sapi di Kabupaten Lampung Tengah membuat usaha tersebut menjadi ceruk yang dilirik BMT Mentari. Sekretaris Jenderal BMT Mentari, Sarbani mengatakan pihaknya kini telah memiliki dua usaha binaan bakso kepala sapi. "Melihat usaha bakso kepala sapi yang cukup ramai diminati di Jawa kami juga tertarik untuk membina usaha ini," kata Sarbani, Kamis (11/6). BMT Mentari baru membuka dua gerai di Kecamatan Punggur, 5 Juni, dan Kota Gajah pada 7 Juni lalu.
Dengan modal awal Rp 50 juta dalam waktu satu minggu sejak pembukaannya gerai bakso kepala sapi pun ramai dikunjungi masyarakat sekitar. Setidaknya 200-300 mangkok bakso terjual per hari. Dengan tingginya minat masyarakat Lampung Tengah, usaha tersebut pun mampu meraup omset hingga Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta per hari. Dengan raihan omset tersebut usaha itu dapat berkontribusi dalam pencapaian target BMT di tahun ini.
Melihat dari usaha bakso yang laris manis, BMT Mentari pun menargetkan dapat membuka usaha binaan sejenis setidaknya satu gerai di setiap kecamatan di Lampung Tengah, tahun ini. Usaha bakso kepala sapi binaan BMT Mentari itu telah memiliki sertifikat halal dari MUI dan diolah tanpa bahan pengawet menjadi keunggulan usaha itu.
Selain membina usaha baru tersebut, ujar Sarbani, BMT Mentari pun tak melupakan sektor pembiayaan utamanya, yaitu para pedagang pasar yang hingga saat ini telah mencapai jumlah 300 calon anggota. Rata-rata pembiayaan ke pedagang antara Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu tanpa jaminan. "Kami mengakomodasi pedagang yang tak terlayani bank syariah. Kita menggunakan sistem jemput bola,"kata Sarbani.
Seiring waktu kepercayaan masyarakat pun meningkat. BMT pun membuka kantor cabang baru di awal tahun ini, tepatnya di pasar Mandala. Pada semester pertama ini, menurut Sarbani, kantor cabang di Kecamatan Mandala menunjukkan prestasi menggembirakan. Walau saat ini masih mengalami rugi Rp 2 juta, diharapkan kantor tersebut sudah dapat menangguk keuntungan pada Agustus atau September mendatang. Kantor cabang dengan modal awal Rp 50 juta itu sekarang mencatat aset sebesar Rp 250 juta.
Untuk mendukung pembiayaan, BMT Mentari menjalin program dengan Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, BPRS Metro Madani dan Inkopsyah. Dari linkage program tersebut BMT memperoleh dana LPDB Inkopsyah sebesar Rp 400 juta, Bank Muamalat Rp 250 juta, BPRS Metro Madani Rp 300 juta dan BSM Rp 500 juta. gie.
Sumber : www.republika.co.id











