Bank Ekonomi Diarahkan Ke UMKM
JAKARTA : The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) berencana memfokuskan bisnis PT Bank Ekonomi Raharja Tbk yang baru diakuisisinya ke segmen usaha mikro kecil menengah (UMKM).
HSBC telah merampungkan akuisisi 88,89% saham Bank Ekonomi senilai USD607,5 juta. Akuisisi ini menjadi bukti lebih lanjut bahwa HSBC dapat tetap menjalankan strateginya sekalipun dalam gejolak ekonomi yang tinggi. Bank Ekonomi dan HSBC dapat memainkan peran kunci dalam membantu menggerakkan sektor UMKM Indonesia, ujar CEO HSBC Indonesia Rakesh Bathia di Jakarta kemarin. Menurut Rakesh, HSBC Indonesia berencana menyelesaikan seluruh dokumen akuisisi ini dalam waktu satu pekan ke depan.
Perseroan juga siap melaksanakan penawaran tender (tender offer) terhadap 10,11% saham publik PT Bank Ekonomi Raharja Tbk. Mengenai kelanjutan operasional Bank Ekonomi,Rakesh mengatakan bahwa bank tersebut akan dibiarkan tetap berdiri sendiri. Begitu juga dengan statusnya, tetap sebagai bank publik. HSBC hanya menyinkronisasi sistem teknologi informasi dan manajerial Bank Ekonomi.Kendati begitu,kemungkinan merger dilakukan tetap terbuka jika dirasakan perlu.
HSBC menyepakati pembelian 88,89% saham Bank Ekonomi di harga Rp2.452 per saham,sehingga total nilai akuisisinya mencapai USD607,5 juta atau setara Rp5,953 triliun. Dengan kepemilikan bank lokal ini, HSBC menempatkan diri pada posisi tiga besar bank asing terbesar yang beroperasi di Indonesia dilihat dari sisi aset.
Hingga kini HSBC masih fokus di segmen ritel, korporasi, perbankan komersial, perbankan institusional, dan treasuri. Tahun lalu HSBC Indonesia membukukan laba sebelum pajak sebesar USD121 juta. (tomi sujatm)
Sumber : www.seputar-indonesia.com




